• 4th KOI’s Festival 2010 : Pesta Penggemar Koi

    4th KOI’s Festival 2010
    Pesta Penggemar Koi
    Festival KOI’s keempat menjejak rekor baru yang membuat juri Jepang geleng-geleng kepala. Gelar koi lokal terbaik belum juga mampir ke Blitar.

    Attachment 1MASIH pagi benar, para petugas gerbang Taman Mini Indonesia Indah sudah bersiaga. Mobil-mobil yang melintasi ambang pintu Taman Mini kali ini bukan para pesiar keluarga, tapi penggemar koi dari berbagai kota di Indonesia. Mereka datang dengan kemasan-kemasan plastik bening beroksigen juga kotak styrofoam berisi koi-koi andalan. Mereka meluruk ke satu taman berumput yang di atasnya telah terpacak tenda: pelataran taman Museum Indonesia.
    Para penggawang kios-kios koi di Hanggar Teras Pancoran, Jakarta Selatan telah bergegas menyerok, mengemas dan menjajarkan koi-koinya ke mobil semenjak matahari pagi baru terang tanah. Sementara pada dini hari, para penggemar koi lainnya telah menyusur jalan dari Sukabumi, Cirebon, Bandung, Garut. Dan tentu saja, dari Jakarta dan sekitarnya: Depok, Serpong, Bekasi, Tangerang. Sehari sebelumnya, sudah berkumpul pula di Jakarta para maniak koi dari Kalimantan, Sumatera, Jawa Timur, juga Jawa Tengah.
    Mereka, para penggemar koi tanah air ini datang untuk satu ajang: 4th KOI’s Festival 2010 yang digelar sehari penuh, Sabtu 10 April lalu. Ratusan penggemar koi memadati taman rumput yang di tengah terpasang tenda raksasa beralas karpet biru tempat koi-koi peserta berjajar beradu kemolekan. Pada pukul 10 pagi, saat pendaftaran peserta telah tuntas, angka partisipan yang terpampang di layar komputer Tri Pujayanto sungguh fantastis: 855 koi peserta!
    Tidak heran jika hamparan karpet biru sungguh-sungguh sesak. Hanya ada koridor kecil berlajur kuning bagi lalu-lalang juri dan panitia kontes yang membagi dua arena. Sementara para pemilik koi dan pengunjung berjejalan di sepanjang sisi luar tenda yang hanya dibatasi dengan rentangan tambang antartiang ini. Sementara di sisi luar tenda, juga berjajar tenda-tenda paviliun bagi para sponsor yang ikut berpameran.
    Acara ini benar-benar pesta para maniak koi Indonesia. Bayangkan, ada 135 pemilik koi dari 20 kota di seluruh Indonesia yang menjadi peserta. Kalau saja ini bukan kontes koi muda (wakagoi) yang dibatasi hanya sampai ukuran 65cm, KOI’s Festival 2010 ini niscaya akan memunculkan rekor yang lebih mencengangkan lagi. Maklum ada banyak penggemar koi yang terpaksa gigit jari karena koi andalan mereka melampaui batas ukur.
    Fujio Oomo, sang ketua juri, hanya bisa takjub memandang arena kontes yang padat. Pria ramah ini memimpin tim juri yang terdiri dari Allan Chin dari ZNA Malaysia, Tsuyoshi Kawakami (Urakawa Koi Farm), Miyatake (Miyatake Koi Farm), Taniguchi (Taniguchi Koi Farm) dan Datta Iradian Sutomo (KOI’s). Banyaknya peserta kontes akhirnya membuat juri membagi diri menjadi dua tim seusai pemilihan Grand Champion.
    Fujio Oomo yang telah datang tiga kali ke Indonesia semenjak tiga tahun silam, tampak benar riang gembira menyambut gairah dunia koi yang kian menggunung di Indonesia. Sepanjang hari, tak henti-hentinya ia melepas tawa berderai di sela-sela pengambilan suara tim juri, termasuk saat menilai koi-koi bersama Datta dan Taniguchi. Ia sungguh tak mengenal lelah. Begitu juga juri lainnya, seperti Tsuyoshi Kawakami yang berhenti sejenak sembari memijit kakinya di sela lomba. Mereka ikut merasakan gairah kecintaan pada koi di negeri ini.
    “Sungguh mengagumkan. Koi-koi yang tampil di kontes ini sungguh berkualitas, beberapa di antaranya sangat pantas untuk berlaga di ajang All Japan Show,” kata Oomo dengan mimik serius. Tentu saja, ia bahkan mengenal benar salah satu peserta kontes: Taniguchi Kohaku yang baru saja menyandang gelar Grand Champion di ajang Hiroshima Breeder Cup 2010. Selain itu, ada sejumlah koi yang sebenarnya telah menyandang gelar champion di aneka kontes koi di Jepang dan kini beradu keanggunan di bawah tenda terpal beralas karpet biru itu.
    Di luar itu semua, Tuan Oomo sungguh berbahagia merasakan aroma keakraban dan kecintaan pada koi yang sama pada para penggemar, pedagang dan para anggota kelab koi untuk menyemarakkan kontes. Angka 855 peserta kontes telah menyamai jumlah peserta kontes-kontes akbar koi di Niigata, kampung halaman koi di Jepang. “Di Niigata, jumlah ini hanya bisa disamai oleh kontes para penangkar yang diikuti koi-koi terbaik di semua ukuran,” katanya.

    SANG JUARA
    Begitulah. Hari telah beranjak gelap ketika penjurian yang hanya diselingi waktu rehat makan siang ini selesai.
    Debar hati penggemar koi yang menanti para jawara terjawab sudah. Tampil sebagai Grand Champion adalah Taisho Shansoku milik Hendra Effenlie. Sanke berdarah D-Sanke, salah satu indukan terkenal Sakai Fish Farm ini, di ukuran hampir 64cm, benar-benar tampil di puncak pesonanya. “D-Sanke yang menjadi GC ini benar-benar dalam kondisitop form. Teri-nya luar biasa, begitupun dengan kualitas warna. Kecemerlangan sisiknya benar-benar membuat decak kagum siapa pun yang memandangnya,” ulas Datta Iradian Sutomo, salah satu juri.
    Tidak mudah bagi Sanke ini meraih mahkota. Ia maju ke pemilihan GC melawan tiga kohaku lainnya – satu di antaranya adalah sang penyandang gelar GC di Hiroshima Breeder Contest tadi. Setelah berhadap-hadapan di babak kedua, Sang kohaku akhirnya merebut tempat terhormat kedua, disaksikan penangkarnya sendiri, Youichi Taniguchi.
    Ucapan selamat langsung membanjiri sang pemilik GC, Hendra Effenlie. Berbatik coklat, ia menyambut ucapan selamat itu dengan senyum sumringah. Dan inilah gelar Grand Champion kedua yang digenggam Hendra, setelah setahun lampau, di ajang 3rd KOI’s Festival, ia juga merebut GC lewat Sakai Sanke. Catatan sejarah Hendra dari ajang KOI’s Festival akan bertambah bila kenyataan bahwa Kohaku penyandang GC di ajang 2nd KOI’s Festival kini juga telah berpindah ke tangannya dari pemilik lama, Jani Lauw. Dengan demikian, tiga penyandang GC KOI’s Festival, saat ini di tangan pengusaha tambang batubara muda ini.

    KOI LOKAL TERBAIK
    Salah satu gelar di ajang KOI’s Festival yang ditunggu-tunggu masyarakat koi tanah air adalah penyandang koi lokal terbaik: Karomul Wachid Award. Gelar yang didedikasikan pada mendiang pendiri dan Presiden KOI’s pertama itu, tanpa keraguan, digenggam oleh seekor Shiro Utsuri milik Rudi Choirudin -- gelar yang amat pantas bagi sang empu kuliner yang mengasuh berbagai acara masak-memasak di televisi ini. Maklum, Rudy dikenal sebagai penggemar koi dengan fanatisme yang khas: ia sungguh-sungguh maniak koi lokal. Dari ribuan koleksinya di rumah maupun House of Koi88 miliknya, tak satu pun koi dari negeri Nippon.
    Yang lebih mengejutkan lagi, koi terbaik kelahiran tanah air ini bukanlah tangkaran Blitar yang selama ini dianggap sebagai sentra industri Indonesia. Shiro Utsuri ini lahir di Sukabumi. Para penangkar Blitar hanya bisa menghibur diri dengan gelar Best Local nomer dua, Tancho Showa milik Handi Pulau Dua dan Best Local nomer tiga milik Herly. Ketiga peraih gelar Best Local ini menerima hadiah uang tunai masing-masing sebesar lima juta rupiah, tiga juta rupiah dan dua juta rupiah.
    Sebuah fenomena baru muncul kala pemilihan koi lokal terbaik. Kandidat yang bertarung berukuran merata dari kelas ukuran terkecil hingga yang terbesar. Mereka tidak begitu saja mendapatkan tiket sebagai kandidat melainkan harus bertarung terlebih dulu di kelasnya. Hanya koi berpredikat sedikitnya juara 3 atau predikat di atasnya (bila ada lebih dari satu koi lokal mendapat predikat juara) yang berhak menjadi kandidat. Dalam kontes ini sebagian besar kandidat menyandang predikat juara I termasuk dari kelas atas, satu diantaranya bahkan dinobatkan sebagai Best Varieties Kinginrin A yang (lagi – lagi) direbut penangkar asal Sukabumi. Fenomena ini meruntuhkan mitos koi lokal tidak mampu bertarung dalam kelas – kelas atas!

    FEIKOI CENTRE
    4th KOI’s Festival 2010 juga mencatat prestasi tersendiri bagi Soegianto, sang pemilik Fei Koi Centre di kawasan Cakung, Bekasi. Dari 366 gelar juara yang tersedia, Fei Koi memborong 68 gelar! Bukan sembarang juara, karena ini termasuk Reserve Grand Champion, Grand Champion B, Young Champion A dan B, Baby Champion A dan B, dan satu gelar Best in Variety dan tiga gelar Best in Size dan puluhan gelar juara antarukuran dan jenis koi.
    Tak pelak lagi, pada acara pengumuman juara malam seusai kontes, Soegianto “panen” piala, di antaranya tentu saja piala terbesar berupa Trophy Juara Umum.
    Bintang lain di ajang KOI’s Festival adalah Achmad Sony dari Bandung. Penggemar koi yang sudah pula mencatatkan namanya di ajang All Japan Show ini, merebut 22 gelar juara, di antaranya tiga gelar Best in Variety dan empat gelar Best in Size.

    PENYELENGGARAAN YANG APIK
    Jika harus mendecapkan pujian untuk 4th KOI’s Festival 2010, maka pujian itu harus dialamatkan bagi panitia penyelenggaraan festival yang diketuai oleh Anggit Safiro. Acara berlangsung lancar, indah dan sempurna hingga ke detail kecilnya. Panitia yang berkostum biru langit, juri dengan kostum oranye dengan sulaman nama masing-masing pada dadanya, dan anggota tim pendukung yang juga berseragam dan mudah dikenali – benar-benar mendorong suksesnya kontes dari pagi terang tanah hingga usai selepas senja.
    Dukungan sponsor sungguh luar biasa. Mereka tidak hanya dari kalangan indutri koi, tetapi juga sektor lain. Pun turut pula mendukung dealer koi asal Jepang: Umeda Yogyo Co. Ltd. Sebagian sponsor memanfaatkan booth di sekeliling ground show untuk mengenalkan produk yang makin menambah atraktif suasana. Biaya yang murah dan efektifitas beriklan menjadi motivasi sebagian besar sponsor untuk ikut mendanai kegiatan ini.
    Tak kurang dari Fujio Oomo sendiri yang tak henti berkomentar tentang pengalamannya di ajang festival ini. “Ini one day show yang paling mengesankan. Saya akan mengabarkan pengalaman saya ini kepada khalayak koi Jepang,” katanya.
    Ditambah dengan dukungan alam -- sepanjang hari kontes yang cerah tanpa setitik hujan -- maka lengkap sudah atmosfir meriah kontes ini. (Tyo Arungtasik)
  • Thread Terbaru Thread Terbaru

    TUKANG KOI

    Mohon Maaf Lahir dan Bathin

    Thread Starter: TUKANG KOI

    Ikan kakap ikan patin, mohon maaf lahir dan bathin

    09-03-2010 11:01 PM by edwin Go to last post
    subhan_haris

    salam kenal dari palu

    Thread Starter: subhan_haris

    ane subhan dari palu, baru mau kenal koi, tapikir disini tempatnya coi.....????

    09-03-2010 09:20 PM by gunung sari koi Go to last post
    hilariusssss

    Turut berduka atas meninggal nya ibunda dari om lukas saung koi...

    Thread Starter: hilariusssss

    Turut berduka cita atas meninggal nya ibunda dari om lukas saungkoi.. semoga almarhum diterima disisi Nya dan untuk keluarga yang ditinggal kan

    09-03-2010 08:06 AM by tupai Go to last post
    rubbie

    Perpanjangan dan pembayaran Iuran keanggotaan

    Thread Starter: rubbie

    Alow Mas Admin , rasanya tanpa terasa masa keanggotaan saya sudah akan 1 tahun pada september ini, untuk perpanjangan keanggotaan apakah saya langsung

    09-03-2010 08:19 PM by Koismagazine Go to last post
    budidjo

    Sudah puas dengan isi kolam ?

    Thread Starter: budidjo

    Rekan rekan, mau nanya nih, apakah rekan2 sdh puas dengan ikan yg ada di dalam kolam di rumah?

    Yesterday 06:37 PM by budidjo Go to last post
    beryl

    Name server problem

    Thread Starter: beryl

    Halo All, Hari ini telah terjadi problem pada name server kami, problem diakibatkan karena tidak update nya database domain di name server

    09-01-2010 09:22 PM by victor Go to last post
  • Pekan Lelang Koi Jumbo

    Pekan Lelang
  • Poll Polling

  • Member Terbaru

  • Posting Terbaru Posting Terbaru

    edwin

    Selamat idul fitri bagi yg merayakan.... Mohon maaf lahir batin

    edwin Today 08:00 AM Go to last post
    koituren

    Met kenal bro Eric..
    Kolam 11ton dgn filter 8ton wuiih.. Top bgt.
    Irul malang

    koituren Today 03:14 AM Go to last post
    tupai

    Selamat Lebaran Om2 semua.... Mohon Maaf Lahir dan Batin. Love and PEACE

    tupai Today 12:06 AM Go to last post
    tupai

    Turut Berdukacita Om Lukas.

    tupai Yesterday 11:57 PM Go to last post
  • 3rd FEIKOI GROW OUT " MIYATAKE RULE "